Pages

Tampilkan postingan dengan label Hoby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hoby. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 April 2012

Warna Cahaya

Warna temperatur dari cahaya


Cahaya bervariasi dalam temperatur dan warnanya, menjadi merah dipagi hari dan sore hari, dan menjadi biru ketika tengah hari. Kita hanya melihat warna putih, tetapi kamera dapat menangkap variasi warna tersebut. Untuk itu perlu dikompensasi dengan mengunakan filter pada kamera film dan white balance pada kamera digital untuk menghasilkan warna putih normal.

Apakah yang dimaksud dengan istilah warna cahaya?

Dengan menggunakan mata kita sendiri, kita susah menyadari warna cahaya tersebut. Tetapi sebetulnya cahaya mempunyai warna berdasarkan sumbernya(matahari, lampu tungstent dll). Pada cahaya matahari iklim, waktu dan beberapa faktor lainnya mempengaruhi warna cahaya tersebut. Kenapa kita susah menyadari warna cahaya tersebut? mata kita mempunyai kemampuan untuk mengkompensasikan perubahan warna hingga tahap tertentu. Itulah sebabnya kita selalu melihat bahwa cahaya sebagai putih netral.
Tapi film tidak bisa melakukan hal yang sama dan hanya diseimbangan untuk satu warna cahaya saja. Biasanya untuk warna cahaya day light atau tungsten saja. Sensor digital bekerja dengan cara yang lain.



Hangat, foto yang dipotret pagi hari memiliki temperatur warna yang lebih hangat, cahaya pagi hari menyebabkan musium fatahilah tampak lebih hangat (gambar atas). Temperatur warna mempengaruhi emosi dari orang yang melihatnya. Sebagai perbandingan dapat melihat foto musium fatahilah ini yang diambil pada waktu tengah hari, terlihat bahwa foto dibawah ini terasa lebih dingin dibandingan foto yang pertama.



Warna cahaya dipengaruhi oleh temperaturnya, dimana temperatur cahaya tersebut diukur dalam satuan Kelvin(K). Day Light balanced film dikalibrasi untuk menghasilkan warna putih netral jika kita memotret pada kondisi cahaya bertemperatur 5500K. Jika temperatur berubah maka film tersebut akan menghasilkan color cast(nuansa warna biru jika temperatur berada diatas 5500K dan warna merah jika dibawah 5500K).



Sumber cahaya yang berbeda menghasilkan variasi temperatur warna, untuk contohnya warna lampu jalanan mempunyai temperatur warna tungsten akan menghasilkan gambar dengan nuansa kemerah- merahan (gambar kiri). Dengan memilih film yang tepat atau dalam kasus ini white balanced yang tepat dalam kasus ini) atau menggunakan filter akan menghasilkan gambar yang lebih natural (gambar kanan).

Dasar pengukuran derajat Kelvin tersebut berdasarkan pengukuran temperatur pada baja hitam yang dipanaskan. Pada suhu rendah warna baja hitam berwarna merah, makin panas baja hitam tersebut berubah warna menjadi oranye, lalu putih kebiru-biruan dan terakhir adalah warna putih yang terpanas.


Dapatkah mengkopensasikan nuansa warna?

Suatu saat nuansa warna pada sebuah foto dapat menyenangkan, seperti hangatnya kemilau kemerahan pada waktu matahari terbit dan matahari tenggelam. Tetapi di saat lain nuansa warna juga dapat mengganggu keindahan sebuah foto. Dengan menggunakan filter dengan warna tertentu kita dapat mengkompensasikan nuansa warna, dengan tujuan menghilangkan efek dari temperatur cahaya.


Tabel dibawah ini berisi rekomendasi filter apa yang bisa digunakan untuk menghasilkan warna putih netral pada daylight-film.


Sumber Cahaya filter kompensasi

Langit bersih 85B
Daerah bayangan pada hari yang terik 81C
Langit berawan 81B
Matahari tengah hari 81B
Rata2 tidak memakai filter atau 81A (hangat)
Fajar atau senja tidak memakai filter
Matahari terbit atau tenggelam tidak memakai filter
flash elektronik tidak memakai filter
lampu floroscent(neon) 82C
lampu tungsten 80A+82C
Studio Tungsten 80A
Lilin tidak memakai filter
Sumber : http://ilmufotografi.blogspot.com/search/label/Memahami%20Cahaya

Apa itu fotografi?

Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "Fos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).
Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO, selain itu fotografi juga adalah proses, aktivitas dan seni menciptakan diam atau bergerak merekam gambar dengan radiasi pada suatu media radiasi-sensitif, seperti  film fotografi, atau sebuah sensor elektronik.

Fotografi menggunakan terkemuka radiasi UV, spektrum tampak dan dekat-IR. Untuk tujuan umum cahaya istilah digunakan sebagai pengganti radiasi. Cahaya yang dipantulkan atau dipancarkan dari objek membentuk gambar nyata pada area peka cahaya (film atau plat) atau array sensor pixel FPA melalui lubang pin atau lensa dalam perangkat dikenal sebagai kamera selama eksposur waktunya. Hasil pada film atau pelat gambar laten, kemudian berkembang menjadi sebuah citra visual (negatif ataudiapositive).

Sebuah gambar pada kertas dasar dikenal sebagai cetak. Hasil pada FPA pixel sensor array muatan listrik pada setiap pixel yang diproses secara elektronik dan disimpan di komputer (raster) file gambar untuk berikutnya menampilkan atau pengolahan. Fotografi memiliki banyak kegunaan untuk bisnis,
ilmu, manufaktur (fi fotolitografi), seni, dan rekreasi tujuan

Sumber : http://indojaya.com/hobi/fotografi/863-apa-itu-fotografi.html